Oleh: Dewi Alwiyah Idris

Kesalahan terbesar adalah membiarkan diri menetap di zona tidak nyaman, dengan berharap semua akan berakhir. Pada dasarnya semua manusia memiliki berbagai macam permsalahan yang beranekaragam. Namun memilih untuk berpasrah diri kepada suatu keadaan yang tidak nyaman akan mengurangi tingkat antusiasme kita dalam menjalani hidup. Berbagai kepahitan akan menjadi manis ketika manusia mampu menjadikan dirinya sebagai penentu dalam perjalanannya. masalah boleh jadi datang seperti monster yang mungkin akan menelanmu dalam perjalanan ketika kamu tidak mampu mengendalikannya.

Segala keburukan akan menjadi sebuah keindahan ketika mata ini memandang dengan kaca mata cinta, dan ketika semua manusia bersikap buruk terhadapmu, saat itulah peluangmu untuk menajadi seorang besar. Terkadang kita harus mencicipi rasanya makan hati, agar kita dapat berbesar hati menghadapi pahitnya kehidupan. Ketika semua wajah sedang menampakkan kemasamannya kepadamu, cukup senyum ikhlas dari hati yang menjadi penawarnya. Mugkin saja, si wajah bermuka masam akan menjumpaimu di hari-harimu dan itulah kondisi yang akan kamu rindukan ketika ia menghilang dari pandanganmu, kenapa? Karna ia telah mengajarimu bersabar dan berbesar hati dalam perjalananmu.

Jika semua hendak menjadi duri dalam perjalananmu, maka jadilah seorang yang mampu mencabut duri yang hendak menghadang tujuanmu. Dengan cinta perjalananmu akan menjadi jejak kristal yang hendak menajadikanmu sang ratu di wajah masa depanmu. Alam semesta ini terlalu besar untuk kita berhenti melangkah. Terlalu banyak jalan sukses yang Allah janjikan hingga jiwa yang sempit akan optimis akan menjadikannya buta dalam tujuannya. Manusia akan semakin merasakan susah melangkah dan menganggap dunia ini sempit ketika putus asa telah menjelajah dalam hatinya. Ketika itu telah mewujud dalam diri maka sukses akan malu menjemputmu, dan kesempatan enggan merangkulmu. Dan ketika itu terjadi, apa yang hendak kita lakukan, selain tetap melangkah dan temukan jalannya.

Berbagai jenis alamat kehidupan akan menawarimu kebahagiaan. Dan pada akhirnya semua kembali kepada diri ini dengan alamat apa kita ingin menemui kebahagian itu. Bukankah manusia di kehidupan ini menginginkan sesuatu yang lebih dari dunia? Maka atas dasar itulah cinta akan selalu menjadi bagian dari perjalanan kita. Jika manusia hendak terlepas dari langkah cinta, maka jiwanya akan hendak menjadi gersan dipinggiran sungai jernih. Dan akan rapuh di bawah pohon berdaun lebat. Lalu apalagi yang hendak menjadi kebahagian ketika langkah ini menjadi langkah ini jauh dari cinta Ilahi meniti surga-NYA?

Tidak sedikit di antara manusia, bermandikan air mata dalam perjalan ini. sebut saja fulan yang selalu menjadi tangisan sebagai nyanyian semangat ketika ia rapuh dikehingan malam di atas mihrobnya. Menangislah ketika air mata itu dapat menjadi pembangkit semangatmu, menangislah ketika itu dapat meluaskan hatimu yang sedang sempit, sebab dengan menangis terkadang manusia mampu menyampaikan bahasa hatinya yang tidak terwakili oleh kalimat di atas kertas dan tidak juga di lisan.

Gagal, itu pasti..!! berbahagialah ketika kamu mengalami kegagalan dalam usahamu, agar kamu dapat merasakan nikmatnya kesuksesan, Nikmatilah gelap ketika malam menjamah, agar kamu dapat bersyukur ketika pagi menyapa dan biarkan si kerdil tetap melangkah di bumi Tuhannya agar ia dapat merasakan lezatnya akhirat. Wahai manusia pahamilah ketika mentari hendak meningkalkanmu dan menghadiakanmu gelap, maka yakinlah terang masih menunggu senyummu. Dan biar sayap cinta tetap menjadi pelindungmu dalam langkahmu manusia kerdil.

Jakarta, ….,…., 2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s