AKHIRNYA TAWAF DI PGC

TAWAF DI PUSAT PERBELANJAAN

By: Usman Saleh La ede, S.E.

Beberapa waktu lalu, ketika pergi jalan-jalan di sebuah tempat perbelanjaan, tentunya bukan untuk belanja barang-barang atau shoping, hanya untuk melihat barang dagangan yang dijajakan oleh para pedagang dan yang dibawa pulang oleh para shopper.

Sebuah adegan tawaf saya lakukan. Untuk pertama kalinya, terpaksa melakukan tawaf. Bukan tawaf di Makkah pastinya. Saya menyebutnya tawaf karena beberapa kali saya berputar untuk mencari pintu keluar. Istilah teologinya tersesat. Tapi tersesat di pusat perbelanjaan yang besar. Naik turun eskalator mencari jalan keluar dari ketersesatan membuat sakit kepala. Maklum ketidaktahuan mana pintu keluar dan arah jalan.

Tawaf dipusat perbelanjaan adalah sebuah tradisi baru dalam dunia masyarakat spiritual yang konsumtif. Orang-orang datang dan pergi untuk menikmati jajanan dan suguhan pasar. Berjalan mencari pintu keluar, sesekali bergumam dan tertawa dalam hati.

Resiko untuk pertama kalinya pergi dan masuk sendiri di pasar besar. Berkunjung bukan untuk membawa barang-barang pilihan yang berjejeran di etalase atau yang bergelantungan di hanger-hanger. Bukan pula untuk membawa alat-alat elektronik terbaru. Sesekali bertanya pada satpam. Pak dimana pintu keluar ke arah jalan besar pak? Pak satpam dengan santai menjawab, naik di lantai atas iya mas baru ke arah kiri.

Saya kan bukan mas, tapi tidak apa-apa deh, gumam dalam hati.. Bergegas, berjalan sesuai petunjuk pak satpam, saya mencari pintu keluar. Tapi yang saya temukan adalah para pedagang tekstil. Sesekali berkata dalam hati, tadi kan saya masuk dari tempat penjual makanan bukan penjual tekstil. Hahaha.. yang diingat jalannya dari arah para penjual makanan.

Hampir dua jam lamanya berputar, memutari para pedagang seperti tawaf dalam pasar, naik turun tangga. Para pedagang yang saya lewati sesekali menggoda dan menawarkan dagangannya. “Boleh mas”.. Sesekali melihat barang-barang di etalase dan bertanya harga. Menawar harga padahal tidak bawa uang banyak.

Uang di kantong hanya cukup untuk ongkos angkot dan sebagian tersimpan dalam kartu busway. Hmm. Harga sangat tinggi. Menawar hanya untuk memastikan kalau dia akan bilang “sudah harganya mas” dan sudah segitu tidak bisa ditawar lagi. Berbicara sendiri, semua pedagang akan bilang “sudah harganya atau modalnya” Yang dikejar apa sih kalau belanja? Bertanya-tanya dalam hati.
Memang niatnya tidak untuk berbelanja dan tidak untuk membawa pulang barang-barang dan memenuhi lemari dengan koleksi isi pasar.

Niat untuk melihat budaya berujung pada tawaf, berputar ditempat dan jalan yang sama. Ahahaha… Untuk pertama kalinya tawaf di pusat perbelanjaan. Pekerjaan yang paling membosankan. Untung tidak ada teman yang saya ajak melihat-lihat perkembangan budaya konsumsi masyarakat. Mungkin dia akan bertanya “sejak kapan kamu mulai menyukai bertawaf di pusat perbelanjaan?” (Use’).

SANTRI BERCENGKRAMA DENGAN WEBSITE

SANTRI DAN WEBSITE

(Tata Cara Mengelola Web )

by: Farham Rahmat

Koperasi café ilmu pontren Khatamun Nabiyyin gemerlap dengan lampu menghias. Suasana lengang sejenak sebelum Ustadz Asman memberi salam kepada para santri. Pelajaran tata cara mengelola web adalah tema malam itu. Rabu, 03 April 2019 tepat jam 09.30, kembali berkenalan dengan dunia digital. Beberapa santri hadir, walaupun prioritas pembekalan untuk tim cyber dan publikasi khatam press.

Ustadz mulai menjelaskan, seolah memecah keributan santri yang keasyikan bercanda. Seketika ruang koperasi hening, kembali focus dan menyimak. Pertama yang harus diketahui adalah istilah dalam Web dan internet. Disebutkan ada Hosting artinya tempat dimana Website itu bertanggal dan tinggal. Sementara domain adalah sebuah nama yang dipakai untuk mengunjungi suatu Website. Dalam bahasa sederhananya, nama Website. Contoh google.com. Ustadz menjelaskan dengan santai, sambil mengutak atik laptop.

Cara kerja domain dan hosting memang meniru perumpamaan yang telah disebutkan diatas. Setiap domain akan menjadi nama yang dikenal dalam dunia internet dari sebuah website. Sementara website tinggal didalam web hosting. Domain ada beberapa jenis, yaitu dari golongan TLD dan free domain. TLD adalah nama pendek dari (top level domain). Sementara free domain adalah domain yang bebas kita akses, bisa diperoleh, tanpa ada biaya sepeser pun.

Penanggungjawab mengurus semua domain itu adalah organisasi non profit bernama ICANN. Mengatur bagaimana domain tld bisa sampai bertahan sekarang ini. Semua Domain mengarah ke web hosting melalui perangkat media yang disebut server, kemudian mengarahkan domain ke web hosting. Ustadz asman menambahkan, server adalah kekuatan jaringan sebuah web. Semakin kuat dan besarnya server, semakin cepat dan berkualitas juga sebuah web itu, meskipun ribuan robot mesin mengakses web itu secara bersamaan, dengan niat untuk mematikan, juga tidak akan berarti apa apa. Sebab kekuatan mesin servernya yang begitu luas dan canggih.

Contoh aplikasi yang sudah mandiri memiliki web sendiri, tentunya dengan kekuatan super power canggih adalah facebook, instagram, whats’app, disusul beberapa toko online seperti lazada, tokopedia, bukalapak dan sebagainya. Jika aplikasi ini tidak kuat server, bisa dipastikan akan mati total ketika jutaan orang mengakses secara bersamaan. Setiap web hosting memiliki IP address, dan itulah yang akan menjadi alamat web hosting. Domain hanyalah alat mempermudah manusia menulsikan alamat web. Bisa terbayang, kita harus mengingat 12 digit nomor untuk mengunjungi google, atau IP address versi 6 yang mencapai 16 digit.

Domain juga ada beberapa tingkatan sesuai dengan kualitas, tentunya dengan harga yang berbeda juga. Domain gratis umumnya memiliki kelemahan pada setiap pilihannya. Menjadi halangan, jika menaftar ke website atau blog ke penyedia iklan untuk dikomersialkan, jawabannya pasti ditolak. Tidak menarik sama sekali, sangat kentara dari tampilan kalau gratisan. Begitupun dengan hosting. Biasanya tidak stabil dan support sangat kurang.

Ada beberapa alternative untuk menentukan hosting sebelum domain. Seperti free hosting service, hosting gratisan, shared hosting service, website disimpan dalam CPU dan dipakai dengan website lainnya. namun ketika banyak yang akses, maka dia akan down. Dedicated hosting service, hosting termahal dan sangat bagus, bisa dikontrol atau install ulang server.

Masih ada yang lebih tinggi yaitu cloud hosting services, powerfull. Meskipun server down, masih bisa di handle langsung dengan server lainnya. intinya hosting ini tidak akan mati. Jasa pelayanan hosting dari yang telah disebutkan, jumlahnya lumayan banyak, ustadz hanya menyebutkan terbaik, seperti masterWebnet.com, idWebhost.com., RumahWeb., Ardhosting.com. dan niagahoster. Kami bersepakat memilih Niagahoster untuk tindak lanjut pembuatan Web. Mengelola dengan design Web segera pada peretemuan selanjutnya.

Jakarta, 04 April 2019

PELANTIKAN DAN ZIARAH KEBANGSAAN (SANTRI KHATAMUN NABIYYIN)

By: Farham Rahmat

Detik beranjak, hari Minggu 31 Maret 2019 pondok pesantren Khatamun Nabiyyin melantik secara resmi pengurus organisasi Pemuda Nusantara Ilmiah (PENSIL) dan Ikatan Mahasiswi Cahaya Qur’ani (ISYQI), tepat jam 07:30 pagi, di pelataran Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata Jakarta selatan.

Pelantikan berbingkai upacara lapangan, layaknya upacara bendera setiap 17 agustus. Merupakan lanjutan dari perjalanan panjang musyawarah besar PENSIL-ISYQI. Dimulai senin 25 maret berujung jum’at sore 28 maret 2019. Dengan lika-liku perdebatan MUBES saling adu argument, untuk hasil laporan pertanggungjawaban yang lebih baik, serta rancangan program periode selanjutnya.

Pelantikan di bawah sang saka merah putih, pemandu upacara Husein Karbala lantang membaca susunan acara. Seperti biasa menyiapkan barisan oleh pemimpin upacara Ali Ridho, penghormatan kepada sang merah putih, juga kepada pembina upacara. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Gugur Bunga dan mengheningkan cipta dipandu oleh dirjen Adyaksa Goma. Selanjutnya pembacaan surat keputusan pelantikan dan orasi dari pimpinan pondok pesantren Ustadz Akbar Saleh. Disertai dengan pembacaan do’a sebagai penutup.

Namun, yang menarik dalam susunan acara itu, ketika ketua terpilih PENSIL Muh. Oni Taufiq Al-hakim dianugerahi kehormatan sebuah tongkat kepemimpinan, setelah pembacaan sumpah oleh pimpinan pondok. Spontan terlihat seperti pemimpin revolusi Soekarno yang juga punya tongkat kebesaran. Begitupun ketua terpilih ISYQI Sukainah As-Segaf dianugerahi sebuah mahkota kepemimpinan dan tampil layaknya seperti ratu.

Upacara berjalan hikmat, dihadiri oleh Asatidz Asatidzah serta santri mahasantri dari berbagai lapisan marhalah. Disaksikan beberapa pemandu taman. Nuansa kebangsaan membuana dibawah terik, santri tahu pasti, ada 1004 pahlawan nasional terbaring diatas gundukan tanah persegi panjang. Santri berjiwa Nasionalis setelah penutupan upacara, bergegas dan berlomba ziarah makam pahlawan, dipandu oleh petugas taman.

Sebelum memasuki area pemakaman, di depan gerbang para santri berdo’a dan memberi hormat kepada arwah pahlawan yang telah gugur. Semua santri serentak menempelkan tangan kanan diatas pelipis kanan, dan agak miring ke samping. Setelah itu di bawah pemandu, santri berziarah dari makam ke makam yang lain.

Meskipun pemandu hanya menjelaskan dan mengarahkan ke beberapa tokoh revolusi terkenal, seperti Sutan Syahrir, Adam Malik, Agussalim dan Ali Sostroamidjojo. Beberapa Santri tetap kelihatan berziarah secara individu, sesuai pahlawan yang diketahuinya. Ada yang menziarahi makam Ibu Hasri Ainun Habibie, Prof. Baharuddin Lopa, Djoeanda Kartawidjaya, Ali Alatas, jenderal TNI Abdul Haris Nasution, A.A. Maramis sampai AM. Fatwa. Bahkan ada santri yang menziarahi makam pahlawan sesuai dengan namanya sendiri.

Keluar dari pemakaman, santri melihat beberapa daftar nama pahlawan yang tertera jelas di dinding tugu makam pahlawan. Terlihat juga beberapa santri sedang asyik berpose dan selfi berlatar makam dan tugu taman. Pembacaan akhir do’a dan photo bersama, menandakan rangkaian upacara pelantikan dan ziarah kebangsaan para santri sudah selesai.

Kalibata, 31 Maret 2019

DAPUR FATHIMAH BERBAGI CINTA DAN KEBAHAGIAAN

By: Farham Rahmat

Santri Khatamun Nabiyyin

Mentari hari jum’at mulai menyingsing, tepat pukul 06 pagi santriwati Khatamun Nabiyyin bergegas menuju dapur. Kali ini kediaman Pimpinan pondok, Ustadz Akbar Saleh menjadi target tempat.

Ustadzah Muliana dengan tangan lihai, meracik bumbu masakan yang sedikit unik dari yang lainnya. Sementara yang lain membantu memotong-motong sayuran dan bahan makanan seperti tahu dan ayam.

Juga ada yang memasak Nasi dan Lauk. Rahmadina, Hasna Nurhaifa, Atikah, Andi Nurwahidah, Nurkhofifah, Silvina, Misna, Meli dan neneng, semuanya bergerak. Bahkan Pimpinan Pondok, Bunda Ustadzah Umah juga ikut menggoreng tahu.

Setelah masakan matang, Tim dapur fatimah Santriwati berbondong-bondong membungkus makanan dalam wadah steropon. Satu per satu disatukan dengan jenis makanan yang berbeda. Ada Nasi, sayuran, tahu dan ayam, serta dilengkapi dengan satu gelas air mineral.

Semuanya satu dan dibungkus plastik bening. Setiap satu bungkusannya ditata rapi didalam plastik yang lebih besar berwarna merah, kira kira bermuatan 10 Bungkus makanan. Sudah siap. Setelahnya adalah tugas para santri untuk membagikan.

Jum’at 29 maret 2019 pasukan dapur fathimah dari santri pondok pesantren khatamun nabiyyin, kembali turun jalan. Dibawah terik matahari sebelum sholat jum’at digelar, kami antusias membagikan makanan minuman kepada masyarakat kurang mampu.

Sekitar wilayah cililitan, menelusur lorong kecil hanya untuk berbagi kasih sayang kepada mereka yang kurang diuntungkan oleh gilasan ibu kota. Mereka ada yang berprofesi sebagai pemulung, pengemis jalanan, orang tua yang mengais makanan dari sisa-sisa orang, bahkan juga anak kecil yang terlantar dijalan, sebab orang tua yang sudah tiada.

Sebagai kepedulian, dan keprihatinan sosial, sedikit meringankan beban mereka, Salah satu program pondok pesantren khatamun nabiyyin mencetuskan dapur fathimah. Sudah menjadi rutinitas setiap hari jum’at, dan sudah bergerak empat kali jum’at yang lalu. Santriwati memasak dan santriwan bertugas untuk membagikan.

Enam sepeda motor berangkat, masing masing satu motor bermuatan dua santri, sehingga bisa dijumlah dua belas 12 santri yang terjung lapangan. Mereka bernama Farham, Arlink, Firman, Ahmad, Hasan, Raka syarif, Andi rizal, Aswar, Malik, Faishal, Subuhan, Yusran. Setiap sepeda motor dibekali makanan tiga 3 kresek. Masing-masing satu kresek berisi sepuluh makanan beserta airnya. Bisa dikatakan bahwa setiap hari jum’at kami membagikan diatas rata-rata seratus delapan puluh 180 makanan.

Pelataran lingkungan kuburan kelurahan Balekambang, pohon-pohon besar di sepanjang jalan raya Condet dan kolom jembatan Arah Kalibata. Tim dapur fathimah sering mendapati saudara saudara kita ini, di beberapa tempat itu. Dari mereka, kami mendapati kebahagiaan.

Tawa dan senyum kasih sayang tersungging-sungging di bibir mereka. Bahkan kadang kadang ada yang memeluk, berjabat tangan dan hormat. Namun Apapun itu, kami percaya bahwa itu adalah ekspresi keharuan kebahagiaan mereka. Tentunya kami juga ikut berbahagia dengan kebahagiaan mereka.

Jakarta, 29 Maret 2019

GENERASI MERUNDUK MENDUNIA

Oleh : Hamzah Ali Ahmadi

Santri Khatamun Nabiyyin

Pada era milenial ini, banyak para pemuda dan pemudi yang sering merunduk ketika sedang berkumpul dengan teman lainnya. Bahkan bukan para pemuda dan prmudi nya saja, ada pula para orang tua pun kini terpengaruh oleh si persegi panajang(Handphone). Tapi, dari merunduk tersebut kita juga bisa mendapatkan sebuah prestasi yang bisa membanggakan orang sekita kita bahkan mengharumkan nama negara.

Tidak banyak orang yang berargumentasi tentang negatif nya ketika kita sedang berkumpul bersama teman-teman dan kita fokus kepada hp kita masing-masing. Nah kita tidak bisa langsung menuduh orang lain tanpa melihat nya terlebih dahulu, apakah dia memang sedang sibuk dengan game nya atau dengan sesuatu yang urgen. Sebagaimana kita ketahui, game di kalangan orang tua banyak yang melarang anak nya untuk bermain game, akan tetapi ketika sang anak mulai risih dengan celotehan orang tua nya, yang ada hanya lah sebuah pemberontakan terhadap orang tua nya.

Kita tidak bisa menyalahkan game nya tetapi salahkan diri kita masing-masing ketika kita sudah berlebihan saat bermain game. Banyak hal yang positif dan negatif ketika kita bermain game, hal yang negatif nya mayoritas menjadi lebih kurang harmonis ketika di sosial atau di dunia nyatanya. Tetapi ketika orang tua memang mensuport anak nya bermain game untuk mengharumkan negara nya, hal tersebut termasuk dari segi positif nya. Sama hal nya hidup ini, dalam hidup tidak selama nya manis, tidak selama nya diatas dan tidak selama nya kita selalu dibawah.

Begitu pesat nya dalam masalah si persegi panjang ini (Handphone), dari mulai ocehan-ocehan yang membuat orang lain merasa tersakiti, sehingga menimbulkan saling bermusuhan terhadap satu sama lain. Bahkan, menimbulkan sebuah kematian yang tak terduga. Sudah banyal kejadian-kejadian atas kelalain diri kita sendiri dan sebenarnya kita sudah mengetahui bahwa hal tersebut bisa membahayakan diri kita sendiri, contoh kecil nya saja ketika kita melontarkan sebuah komentar disebuah status orang lain, lama-kelamaan akan menimbulkan masalah besar.

Banyak yang harus kita raih dalam hal yang positif dari menggunakan si persegi panjang ini, seperti bermain game untuk tujuan mengharumkan negara kita, untuk berdakwah yang memang tidak menebarkan sebuah perpecahan melainkan untuk menyatukan sebagaimana yang telah tercantum di dalam Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada agama yang mengajarkan sebuah kejahatan, kejahatan itu muncul karena ketiadannya akhlak yang tertanam didalam hati seseorang. Kita boleh merunduk, tetapi kita harus bangkit ketika kita ingin berusaha untuk suatu hal yang besar. Tidak ada hal yang tidak mungkin untuk mewujudkan nya demi mengharumkan keluarga dan mengharumkan Negeri ini.

Sudah banyak para manusia-manusia berprestasi dari berbagai hal, contoh nya dari game tersebut. Kini pemerintah mensuport dengan ada nya ajang bermain game online yang diikuti oleh para gamers diseluruh dunia. Namun, kita harus tetap menjaga kesehatan ketika kita bermain game. Karena kesehatan lebih mahal dari hadiah yang diberikan oleh pihak yang mengadakan ajang tersebut.

Memang banyak orang yang berfikir buat apasih main game online sampai rela begadang setiap hari. Nah, sekali lagi tidak selamanya generasi merunduk itu masuk kepada hal yang negatif saja tetapi kepada hal positif yang mana sudah dijelaskan di paragraf sebelum nya. Maka, jadilah manusia yang bijak dalam menggunakan si persegi panjang tersebut.

Jangan ada lagi korban dari kelalain diri kita sendiri dan jangan selalu meremehkan sesuatu yang kecil, karena suatu masalah kecil bisa di besar-besarkan, apalagi pada zaman saat ini sudah mudah sekali membesarkan masalah sepele yang berlandaskan dengan sebuah kertas bernominal.

PANDANGAN TEOLOGI SAYYIDAH FATHIMAH

(Ustadzah Chaeranah Ida Muthiah)

Ketika menyebut nama Fathimah binti Rasulullah shallu alaihi wa aalihi maka yang terbersit dalam benak kita adalah Keindahan dan Kemulyaan yg tak terlukiskan.. mengingat nama nama yg disandarkan pada nya adalah merupakan derajat pencapaian tertinggi dari manusia yg memiliki “hubungan kedekatan” antara dirinya degan nama yg dilekatkan padanya.

Nama-Nama Sayyidah Fatimah yang disandarkan padanya memiliki makna yg menunjukan kemuliaan dan keagungan beliau:

1. Fatimah
“Karena Allah menjauhkannya dan menjauhkan orang yang mencintainya dari Api Neraka.”

2 Az-Zahra
“Karena ketika Fathimah berdiri (sholat) di mihrabnya, cahayanya memancar bagi penghuni langit seperti memancarnya cahaya bintang pada penduduk bumi.”

3. As-Siddiqoh
“Karena ia tidak pernah berdusta sekalipun.”

4. Al-Mubarokah
“Karena pancaran berkah darinya.” — ( Khasanah Ahlulbait).

Alquran menyebutkan hakikat manusia adalah rohnya, maka dalam diri manusia ada nafs Tuhan Q.S. Al-A’raf: 189

Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya agar dia merasa tenang kepadanya.”

Rasa tenang yang dimaksud pada kalimat tersebut adalah dorongan tarik-menarik antara laki-laki dan perempuan yang menampik unsur-unsur hewani dan nabati. Sakinah atau Ketenangan yang ada pada diri perempuan karena dia adalah manifestasi dari rahmat Allah. Dari mana adanya rahmat? Dari rahim-Nya. Perempuan memiliki rahim yang diambil dari kata rahmah. Rahmah ini memiliki ketenangan, sakinah. Fungsi perempuan memberi uns, sakinah dan menjadi teman. Uns perempuan diberi kedudukan untuk dilamar.

Hal ini tidak memiliki unsur materi. Adalah sesuatu yang diberi setelah fungsi telah ada, dan untuk memenuhi fungsi yang lain hingga kemanusiaanya berlangsung. Namun hal ini bukanlah tujuan. (Sebagaimana Freud menafsirkan dorongan manusia hanya imanijanasi psikologi.) Sementara Al-Quran menjelaskan penciptaan Adam dan Hawa untuk memberi dorongan spiritual untuk rasa tenang. Allah menciptakan alam semesta karena sunnah; semua berpasangan agar daya nya berfungsi. seperti menciptakan laki-laki dan perempuan.

Allah menciptakan kedua jenis ini hingga ada daya tarik-menarik. Manusia memiliki daya tarik-menarik bukan karena dirinya hewan. Melainkan daya tarik menarik secara fikiran yang sifatnya Ilahiyah, karena dorongan cinta kepada Allah. Adapun Orang yang memiliki daya tarik menarik karena dorongan syahwat semata maka dia mirip dengan hewan. Allah menciptakan fisik manusia dari tanah , dan ruhnya dari ruh Allah.

Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu. “Ayat ini menggunakan kata “kholaqa” berarti “menciptakan dengan bahan. Dalam hal ini bahan dinisbatkan dengan jasad yaitu alam, debu dan tanah. Proses penciptaan yg digambarkan oleh Alquran ini berlanjut dimadrasah wahyu dirumah Nabi saw. Pertumbuhan roh dan jasadiyah putri kesayangan Nabi ini adalah wahyu maka dapat dipastikan jalan pengetahuan adalah Wahyu yaitu Alquran. Sifat dan karakter yg ada pada diri sayyidah Fathimah terbentuk melalui diri Rasul, yaitu cara hidup dan kulturnya bercarachter wahyu, maka pembiasaan diri dan keakraban bersama Alquran tidak terpisahkan dalam kehidupan Fathimah binti Rasulullah saw.

Inilah kemulyaan dan keagungan yang tinggi, mengantar sayyidah Fathimah memiliki sifat yg hakiki dan maqam kedekatan dengan Allah swt. Sungguh sangatlah jauh untuk dilukiskan keadaan maqam “seorang hamba” yg benar benar memusatkan dirinya kepada Tuhannya dengan mengenali dan memahami kehadiran dirinya adalah pencinta setia yang hanya menghamba pada Penciptanya , maka hak hamba menerima kelayakan pujian dari Tuhan nya atas pencapaian diri yg sesuai dengan kriteria kedekatan yang maha dekat; yaitu kerelaannya menjauhi “kehendak jiwanya sendiri dengan mendahulukan kecintaaanya pada Allah semata.Senada dengan firmanNya: Qur’an al-ankabut:69

Menempatkan dunia jauh dari punggungnya dan meletakan kebenaran sebagai langkah dihadapannya.”

Dan orang orang yg berjihad untuk mencari keredhoan , Kami benar benar akan tunjukan kepada mereka jalan Kami . Dan sesungguhnya Allah benar benar beserta orang orang yang berbuat baik.”

Abu Qasiem Abd Karim Al Qusyairi (465H/1072M). Mengartikan cinta sebagai mementingkan Kekasih dari sahabat. Maksudnya mementingkan hal hal yang diredhoi Kekasih, (dalam hal ini Allah swt). daripada kepentingan ego, jika kepentingan tersebut bertentangan dengan ketentuan Allah. Karena Cinta kepada Allah adalah kualitas yang mengejawantah pada diri seseorang sehingga menghasilkan ketaatan,penghormatan,dan pengagungan kepadaNya. Sehingga ia mementingkanNya dari selainNya.

Anda menemukan dia tidak menoleh kepada dirinya lagi,selalu dalam hubungan harmonis dengan Tuhan melalui Zikir, senantiasa menunaikan hak-hakNya,memandang kepadaNya dengan mata hati terbakar hatinya oleh sinar hakekat ilahi, meneguk minum dari cinta kasihNya maka tabir pun terbuka baginya sehingga Sang yang maha hadir tirai tirai gaibNya, maka tatkala berucap, dengan Allah lah ia dan tatkala berbicara dan bergerak atas Perintah Allah ia, dan tatkala diam pun sungguh bersama Allah lah dia. ( Abd Qasim Al Junayd 297H/910M ).

Kemudian Alquran bercerita pula tentang hamba hamba kekasih Allah ini dengan bahasa yang istimewa; “Ketika Allah meminta mereka untuk hadir , maka mereka hadir, ketika diminta agar menjaga ilmu,merekapun menjaganya, ketika diminta agar bersaksi kepadaNya maka merekapun bersaksi dan mengandalkan dalilNya dengan redho menjadi dalilNya. Pada kesempatan ini, saya ingin mengutip sekelumit dari kepribadian beliau yang agung, untuk kita jadikan,”panduan khusus” bagi kehidupan perjalanan kita sebagai hamba yg juga punya kehendak “mendekat“ pada Allah swt.
(Apakah itu perempuan ataupun laki laki,) hal ini dikarenakan kelalaian manusia akan hakikat wujud kemanusiaanya, memposisikan dirinya untuk terjebak oleh tipuan duniawi Namun sekiranya , manusia memahami keterasingan jiwanya , ini pun mampu menghantarkan dirinya pada fitrah yg selalu ingin mendekat pada Kesempurnaan itu yaitu dengan mengenali Tuhan saat dia mulai memahami dirinya dan mengetahui tugas yang harus ia lakukan dan pertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak. Inilah Sayyidah Fatimah putri Nabi saw Dalam doanya, beliau sering berucap, “Ya Allah, kecilkanlah jiwaku di mataku dan tampakkanlah keagungan-Mu kepadaku. Ya Allah, sibukkanlah aku dengan tugas yang aku pikul saat Engkau menciptakanku, dan jangan Engkau sibukkan aku dengan hal-hal yang lain.”

Setiap bait dari munajat ini memberi kita gambaran akan kesempurnaan jiwa yang begitu indah , jiwa yang mengenali jati diri dan menyadari keberadaan akan kemulyaan “nya”. Ketika seseorang singin mengajak orang lain agar berachlak atau beretika yg baik dengan menghidupkan kembali nilai nilai kemanusiaan nya, maka dia harus mengarahkannya agar mengenal bathin dari eksistensinya atau jati dirinya, yaitu jiwanya yang berfikir .. yg merupakan hakekat eksistensinya. (Murthada mutahhari “Seputar Pendidikan”). Mengenal diri dan eksistensinya adalah memahami segala sesuatu diciptakan untuk tujuan atau fungsi tertentu. Dan jika tujuan atau fungsi itu lenyap maka sesuatu itu dianggap tidak ada.

Alqur’an selalu menyebut orang orang yg tidak memanfaatkan organ organ tubuhnya dengan firmanNya; “Bisu,tuli,buta sehingga mereka tidak dapat berfikir” demikian hal nya dengan hamba yg kehilangan eksistensi kemanusiaannya karena enggan beribadah dan mengasah kesempurnaan diri melalui kesempurnaan ibadah penghambaannya maka tak ubahnya dengan binatang ,bahkan lebih rendah dari itu. “Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat.. Redho dan ichlash karena kecintaan nya pada Allah adalah perbendaharaan Fathimah yang menerangi jiwa semesta dengan Baraka nama yg disandarkan kepadanya ; Al Mubarakah. Dalam hal ini Keikhlasan beramal adalah Titian shirath yg menuntun dan menguatkan hamba menuju keselamatan dan kemenangan abadi.

Manusia yang memiliki jiwa keikhlasan akan terbebas dari seluruh belenggu hawa nafsu dan akan sampai ke tahap penghambaan murni. Keikhlasan memberi seseorang achlak yg ber karakter Mulia dengan keindahan yg menenangkan, kebaikan yang membahagiakan dan kejujuran yang menyelamatkan. Pandangan ini mengingatkan kita sebuah cerita yg dikisahkan dalam kitab Quutul Quluub (Abu Thalib Al makki). Adalah seorang hamba telah beribadah kepada Allah swt selama 70 tahun . Kemudian Allah mengutus seorang malaikat yg memberinya berita gembira bahwa dia akan dimasukn ke dalam Surga dengan Rahmat Allah.

Namun di dalam hati hamba ini terbesit kata “aku akan di masukan surga berkat amalku” Allah mengetahui apa yg terbersit dalam hati hambaNya, kemudian Allah memerintahkan keringat hamba itu bergerak ditubuhnya maka sekejap saja hamba itu mulai tidak stabil dgn keadaannya sehingga ibadahnya terganggu karena sibuk memperhatikan kesempurnaan amalannya. Kemudian Allah memerintahkan keringat itu tenang kembali sehingga hamba itu kembali beribadah dgn tenang. Lalu Allah menurunkan wahyu pada hamba tsb bahwa ; “sesungguhnya Ibadahmu hanya sebanding dengan satu tetes keringat yang tenang”. Kemudian hamba ini berdoa” Yaa Allah masukanlah aku kedalam surga dengan rahmatMu.

Rasulullah menggambarkan Sayyidah fathimah dengan sabdanya;”Allah memberi keutamaan dan kemuliaan kepada Fatimah karena keikhlasan dan ketulusan hatinya.” Kemudian Mari kita belajar mendalami baris doa Sayyidah Fatimah dalam munajatnya; “Ya Allah, aku bersumpah dengan ilmu ghaib yang Engkau miliki dan kemampuan penciptaan-Mu. Berilah aku keikhlasan. Aku ingin aku tetap tunduk dan menghamba kepada-Mu di kala senang dan susah. Saat kemiskinan mengusikku atau kekayaan datang kepadaku, aku tetap berharap kepada-Mu. Hanya dari-Mu aku memohon kenikmatan tak berujung dan kelapangan pandangan yang tak berakhir dengan kegelapan.

Ya Allah, hiasilah aku dengan iman dan masukkanlah aku ke dalam golongan mereka yang mendapatkan petunjuk.” Kecintaan Fatimah AS kepada Tuhan disebut oleh Rasulullah sebagai buah dari keimanannya yang tulus. Beliau bersabda, “Keimanan kepada Allah telah merasuk ke kalbu Fatimah sedemikian dalam,sehingga membuatnya tenggelam dalam ibadah dan melupakan segalanya.” Manusia yang mengenal Tuhannya akan menghiasi perilaku dan tutur katanya dengan akhlak yang terpuji. Asma’, salah seorang wanita yang dekat dengan Sayyidah Fatimah mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seorangpun wanita yang lebih santun dari Fatimah. Fatimah belajar kesantunan dari Dzat yang Mahabenar. Hanya orang yang terdidik dengan tuntunan Ilahi-lah yang bisa memiliki perilaku dan kesantunan yang suci .

Jakarta, 24 Maret 2019

CIRI ORANG EMOSIONAL, KURANGNYA NUTRISI LITERASI

MEMBANGUN LITERASI SANTRI

By: Farham Rahmat

Santri Khatamun Nabiyyin

Sayyidina Ali adalah tokoh islam pertama yang merintis literasi, sering disebut Al-kuttab. Beliau menuliskan semua ilmu-ilmu yang dituturkan dari Rasulullah. Disebutkan dalam riwayat bahwa Ali bertemu Rasul setiap hari untuk belajar mengajar, dari sana ditulis ilmu dari penuturan langsung Rasulullah. Kemudian direkam dalam tulisan Ali bin thalib yang dikenal Al-Jami’ (Shahifah Ali), Motivasi Ustadz Akbar Saleh kepada santri Khatam menulis, juma’at 22 Maret 2019 di café ilmu pondok pesantren khatamun nabiyyin.

Ali mempunyai karya tulis, dikumpulan dari surat menyurat kepada gubenur Malik Al-asytar, muawiyah, raja-raja saat itu dan beberapa sahabat lainnya. Beliau juga berkhutbah, dan berwasiat kepada anak anaknya, semua ada dalam bentuk tulisan. Kemudian digabung dalam satu kitab Nahj al-Balaghah (puncak kefasihan). Sementara sastra arab tidak habis-habis dikaji dari dulu sampai sekarang. Menggambarkan keluasan sastra arab. Dunia islam mengembangkan sastra arab, satu satunya bahasa yang selalu berkembang dan selalu up to date. Meskipun demikian, belum ada satu pun karya tulis sastra arab yang mampu mengalahkan ketinggian sastra Ali. Lanjut Ustadz.

Ali juga menyampaikan khutbah secara reflek, ketika dituangkan dalam tulisan, isi khutbahnya semua huruf hijaiyyah, dan tidak ada satu pun huruf alif. Juga pernah berkhutbah yang tidak satupun huruf bertitik, seperti ش ق ث ت ب ي خ ز ظ ج ن ف ض . Sementara Sebagian besar huruf hijaiyyah adalah huruf yang bertitik. Dahsyatnya Ali mampu merajut hanya huruf tidak bertitik itu menjadi kata dan kalimat namun penuh dengan makna.

Literasi abu aswad adduali ahli sastra arab, Ali mengajarkan kaidah nahwu kepadanya yang sampai sekarang masih dipelajari. Ali berfikiran jangka panjang, sehingga menurunkan ilmunya kemudian dalam bentuk tulisan. Itulah mengapa literasi itu sangat penting. Semua sejarah tidak bisa lepas dari literasi, tergilas atau terkenang sejarah ditentukan seberapa kuat peradaban literasinya . Ketika sebuah peradaban tidak mengenal literasi maka pasti ia akan mati, dan ditelan sejarah. Karena gerakan peradaban diwarnai dengan kekuatan literasi.

Ustadz Akbar melanjutkan, Kekuatan literasi juga memberikan nilai toleransi yang kuat. Mengabadikan ilmu dan mencerdaskan kehidupan bangsa, mampu menepis fenomena Ikhtilaful juhala (perdebatan dikalangan orang awam), jika ini terjadi akan sulit mencari titik temunya disana masing masing mempertahankan pendapatnya dan menyebabkan matinya kepakaaran. Lantas, Kita terlena dengan sebutan toleran. Bukan karena islam Indonesia secara dzat toleran, namun dari culture, dan karakternya memang beresensi sopan dan santun.

Kekuatan literasi Indonesia sangat tertinggal. Tidak heran sebagian muslim hari ini menggunakan bahasa yang kasar dan saling mencela menjadi akibatnya, padahal kita tahu ini bukan karakter indonesiawi, melainkan karakter islam dari luar. Literasi Indonesia hanya mampu menghasilkan karya tulis hanya 2000 an/tahun. Malaysia menghasilkan karya 7000 buku terbit. Sementara IQ rakyat Indonesia lebih tinggi. Thailand sekitar 10.000 buku. Padahal jumlah penduduk Indonesia lebih banyak ketimbang Thailand. Belum lagi negara-negara maju seperti uni eropa, Russia dan amerika, sangat tertinggal jauh dari mereka.

Motivasi Al-qur’an mengajarkan literasi menulis dalam surah Al-Alaq: 1-5.

1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Mengajarkan dengan pulpen, kemudian dari situ diajarkan belajar mengajar. Muatan perintahnya bukan belajar islam, dari emosional. Belajar dari ustadz yang mengedepankan emosi. Jika demikian keadaanya Kita terancam pangkas generasi, karenaa terlalu membludak manusia hari demi hari, potensi terjadi perang saudara atau genosida sebagai solusi hidup.. pasca peran maka peradaban akan kembali ke masa seratus lalu. Generasi hari ini bisa jadi mirip dengan kakek buyut kita dahulu. Generasi hari ini cara berfikirnya seperti nenek buyut kita dulu.

Banyak orang yang mengambil pelajaran dari ujaran kebencian, bukan dari literasi Al-qur’an. Melaknat dan berkoar koar diatas mimbar, lucunya, dikatakan ini adalah ustadz besar dan melupakan kiyai besar di pondok pesantren. Padahal, Rasul tidak pernah berdakwan dengan ujaran kebencian. Lebih celaka lagi, hari ini ujaran kebencian atas nama Nabi dan Rasulpun terjadi. Bisa jadi, banyak ustadz yang disorot media, yang bisa jadi inspirasi dakwahnya lahir di kamar mandi, lalu menjadi bahan ceramah.

Mengembalikan esensi ajaran islam salah satunya dengan media literasi. Dengan Menulis maka ilmu berkembang dan abadi, mencipta karakter ilmiah. Lemahnya literasi ditandai dengan kecenderungan premanisme suka bertengkar. Setiap argumentasi tidak dipertentangkan melalui perspektif yang beragam. Jadi orang yang sedikit-sedikit bertengkar adalah ciri kelemahan literasi.

Jakarta, 24 Maret 2019

PENGARUH FATHIMAH DALAM JEJAK HISTORIS PERADABAN DUNIA

(Ustadzah Siti Zainatun. M.A)

By: Farham Rahmat

Santri Khatamun Nabiyyin

Sosok fathimah, sejatinya adalah Al-kautsar. Kautsar adalah nikmat yang melimpah. Diantara nikmat itu adalah sebuah keturunan. Keturunan ini yang akan melanjutkan kepemimpinan dan keimamahan sebagai lanjutan continiutas dari kenabian. (As-shaf: 8)
يُرِيدُونَ لِيُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”.

Terdapat Peradaban mesir disana dinasti Fathmiyyah. Islam abad pertengahan pada tahun 908 M. dinasti baru bangkit dari mesir, merupakan kelahiran dari dinasti abbasiyah. Dinasti ini dikenal nama inasti fathimiyyah. Mayoritas orangnya mengaku sebagai keturunan nabi, dari putrinya fathimah az-zahra. Dinasti fathimiyah hari ini sering dinisbatkan pada paham mazhab syiah isamiliyyah. Nama pendirinya adalah ubaidillah al-maahdi yang datang dari syiria ke afrika utara. Dia menisbahkan nasabnya sampai ke putri nabi fathimah az-zahra. Sekarang ada pada mesir kairo al-azhar.

Peradaban india taj mahal, adalah puncak peradaban Mughal. Kesultanannya didirikan oleh pangeran chatagai (turki mongol) namanya zahiruddin babur memerintah india sejak 1562-1530. Babur dari keuda orang tuanya mewarisi keturunan penakluk. Ayahnya dari keturunan timur lenk (tamerlane) bergelar sang penakluk asia tengah, yang juga pendiri dinasti timurid. Ibunya dari silsila penguasa mongol yang melegenda yaitu Genghis khan. Setelah dinastinya runtuh di asia, babur meluapkan ambisinya di asia. Dari afganishtan ke Punjabi dan berhasil menduduki setengah dari wilayah utara india.

Peradaban tembok china. Tembok besar ini awalnya dibangun sebagai bangunan pelindung dari negara serangan murah. Kaisar Qin shihuang yang pertama kali mewujudkan pembangunan dinding pertahanan menjadi tembok besar cina sepanjang 2.141 km. pada zaman dinasti ming, rancangannya disempurnakan menjadi tembok seperti yang terlihat sekarang ini.

peradaban Persia adalah turunan dari bangsa arya. Terletak di dataran tinggi panas sebelah timur sungai trigis dan eufrat dan barat india kuno. Cirinya menunggangi kuda, serta bersenjatakan busur yang kuat, mempunyai kecepatan diatas rata rata para pasukan pada zamannya. Negri yang mereka kuasai sekarang adalah iran. Setanagah abda yang lalu, kurusy (cyyrus) II bertakhta atas salah satu suku arya Persia. Dikatakan dalam sejarah bahwaa curusy memimpin pasukan berkuda ke barat laut dari rumah mereka untuk melawan pasukan jiran, suku mada yang mereka adalah sama sama bangsa arya, yang sudah membangun imperium sendiri.

Peradaban yunani, dimulai dari periode arkais pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga berakhirnya zaman kuno dan dimulainya abad pertengahan awal. Peradaban yang mencapai puncak pada perode yunani klasik, mulai berkembang pada abad ke-5 sam pai ke-4 SM. Dipimpin oleh raja raja Athena dan berhasil menghalau gempuran kaisar Persia. Masa keemasan Athena berakhir pada takluknya Sparta dalam perang peloponnesos. Seiring penaklukkan oleh alexander agung kebudayaan yunani dikenal sebagai kebudayaan helenistik, berkembang mulai dari asia tengah sampai ujung barat laut tengah.

Peradaban romawi, merupakan peradaban yang tumbu di tengah tengah kota roma. Berdiri di semenanjung italia sekitar abad ke-8 SM. Selama 12 abad, kebudayaan romawi berubah sistem, dari monarki ke republic oligarki sampai membentuk kekaisaran luas. Peradaban romawi datang untuk mendominasi eropa barat dan sekitarnya, melalui metode penaklukkan dan asimilasi. namun beberapa hal yang menyebabkan merosot. Bagian barat kekaisaran termasuk Hispania gaul dan italia, akhirnya terpecah menjadi kerajaan merdeka pada abad ke-5 kekaisaran timur diatur dari konstatinopel disebut kerajaan romawi timur setelah tahun 476, tanggal tradisional “kejatuhan romawi” dan keberlanjutan zaman pertengahan.

Lalu Peradaban islam bagaimana ? kita tahu peradaban itu sebagian besar adalah dilihat dari bangunan fisiknya. Lalu kapan peradaban islam dimulai ?. Saat nabi Muhammad berdakwah dan mampu mempersatukan dua kaum besar yaitu anshor dan muhajirin. Peradaban islam dibangun diatas ajaran tauhid, memperhatikan kebutuahan manusia seutuhnya, rasa aman, peduli terhadap menusia, kerjasama antara orang lain, tersebarnya akhlak mulia, toleransi dan persatuan umat manusia. Jika peradaban sebelum islam selelau ditandai dengan peperangan, maka nabi Muhammad datang untuk mempersatukan umat dengan ajaran cinta.

Satu satunya putri nabi Muhammad adalah fathimah. Beliau bukan imam, tetapi melahirkan para pemimpin besar dan imam, yang nantinya akan membawa penguruh serta menjaga peradaban datuknya Muhammad. Terbukti dengan kacamata Peradaban islam dalam pandangan barat. Joseph burlow dalam buku peradaban isam berkata: pada awal awal abad 1 H. lahir peradaban baru dalam sejarah dunia. Agama yang dibawa oleh nabi Muhammad. Dibangu atas kepercayaan kepada Allah. Agama ini berkembang pesat di kawasan timur tengah”. Amazing bukan ?

Dilain sisi ada, Lothrop stud, mengakatakan “Peradaban yang dibangun oleh agama islam telah menghiasi sejarah dunia dan dengan peninggalan yang cemerlang akan selalu mengharumkan sejarah sepanjang masa”. Namun Tantangan menghidupkan kembali nilai nilai peradaban itu harus terjaga, sepeninggal pendirinya Muhammad salah satu penerus dari menjaga peradaban itu adalah putrinya Fathimah. Serangan budaya dan senjata oleh barat, perpecahan dalam tubuh umat islam tersendiri. Permasalahan ekonomi dalam islam, masuknya pemikiraan pemikiran yang merusak. Jauhnya kaum muslimn dari ajaran Al-qur’an, perbedaan mazhab dan penafsiran yang tidak tepat dari sebagian ajaran ajaran agama islam telah terjadi dan membuana.

Peradaban dalam pemerintahan mahdawi, dikatakan bahwa ilmu itu tediri dari 7 huruf dan yang datang kepada seluruh rasul hanya dua huruf saja. Manusia hingga saat ini dan sampai sekarang dan sampai kapanpun hanya mengetahui dua huruf saja dan ketika Al-qaim kami, muncul dan bangkit, maka ia akan membacanya 25 huruf sisanya dan kemudian menyebarkannya kepada manusia. Al-qaim adalah keturunan langsung dari fathimah dari ayahandanya Muhammad. Dialah sosok representasi dari kejayaan peradaban islam, yang telah dibangun oleh leluhurnya.

Allah telah berjanji, dan pasti akan terjadi dalam QS, An Nur 24:55

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah ( janji ) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”

Pada pemerintahan mahdawi, Hikmah dan keilmuan akan tersebar ke semua penjuru. Dan pemerintahan mahdawi membuana tersebar keseluruh pelosok. Maka ajaran islam dan peradaban islam kembali menguat dan jaya. Ada banyak ribuan lembaga pendidikan dan pusat pengkajian keilmuan dibangun. Kejayaan islam juga akan ditandai kejayaan ilmu pengatahuan. Sebab Budaya dan ajaran islam membentuk peradaban ilahiyah yang tidak akan pernah runtuh dan hancur dimuka bumi.

Jakarta, 23 Maret 2019

JEJAK FATHIMAH PEREMPUAN SUCI DALAM AL-KITAB

(Pendeta Anwar Tjen, Ph.D.)

By: Farham Rahmat

Santri Khatamun Nabiyyin

Kali ini, mari bicara kecantikan dan keluhuran perempuan dalam alkitab. Fathimah adalah sosok yang tepat untuk menggambarkan itu. Pertama, dalam budaya semic, Ibrani, arab dan sebagainya, laki laki lah yang menentukan. Musa memimpin mengerjakan tugas lainnya, selalu disebut sebagai patriarci diatas perempuan. Sudut pandang dalam kitab taurat, kita mengenal sebutan untuk perempuan adalah “Tora”, artinya bersamaan disebut dengan benda lain, seperti dalam kalimat “jangan engkau menginginkan rumah sesamamu, budaknya, keledainya dan istrinya. Jadi permpuan disejajarkan dengan property laki laki.

Ada pendeta hebat yang tinggal di yarussalem, juga mengakui bahwa semua teks dalam alkitab menunjukkan bahwa bangsa israil sangat menginginkan anak laki laki. Karena itulah keturnan laki-laki yang mengabadikan pihak keluarga. Dalam perspektif ibrani, perempuan tidak bisa menceraikan suami. Suami yang harus menceraikan istri, karena istri dimiliki oleh suami. Makanya seorang istri menyebut diri suaminya sebagai Tuan, dalam istilah ibrani disebut Adon, atau adoni. Yaitu tuanku. Dan karena dia menyapa tuannya, persis menyapa budak ke tuannya.

De calop adalah muatan kitab taurat berisi sepuluh firman, disebutkan bahwa perempuan adalah milik laki laki. Istri tidak dapat mewarisi apa yang dimiliki oleh suaminya. Begitupun dengan anak, tidak bisa mewarisi ayahnya, kecuali jika tidak ada ahli waris laki laki. Bahkan Jika ada sumpah diucapkan oleh perempuan maka itu dinyatakan tidak sah, kecuali jika suaminya menyatakannya sah. Perempuan gampang bersumpah, tapi sah tidaknya itu ditentukan oleh sang suami. Lebih anehnya, ayah berhak menjual putrinya. Dan perempuan tidak bisa mengganti peran suami atau ayahnya sama sekali.

Dalam Al-kitab ada beberapa karikatur mengenai perempuan. Diketahui bahwa perempuan sangat mudah tergoda. Tapi perempuan juga pintar menggoda. Contoh, yang melakukan dosa pertama kali adalah hawa, bukan adam, pada saat makan buah khuldi. Dalam Al-kitab juga disebutkan tokoh samsong. Seorang laki-laki yang begitu gagah, layaknya superman zaman dulu. Meskipun demikian, banyak perempuan yang memberikan pengaruh buruk kepada samsong, dan realita menyatakan dia juga tunduk di depan perempuan yang bernama Delila.

Dalam kitab satu raja raja pasal 1, ada raja yang bernama Ahab, mempunyai istri namanya Isabell. Suatu hari, terjadi konspirasi busuk di kerajaan, berkonspirasi untuk merebut tanah pusaka. Tanah pusaka adalah milik negara untuk rakyat. Namun direbut oleh raja untuk kepentingan pribadinya atas dorongan dari istrinya, jadi istrinya menjadi ahli strategi dibelakang panggung ketika raja mentok akal atau tidak berani bertindak untuk berkonspirasi.

Sulaiman salomo, begitu hebat arif dan hikmat, juga adalah raja seribu istri, dan istrinya ternyata semua perempuan asing, serta kebanyakan penyembah berhala, menurut Al-kitab, raja salomo tidak mampu membendung arus pengaruh perempuan, sehingga sulaiman jatuh dalam lembah menyembah berhala juga. Sarah dalam pasal 21, cemburu kepada brahim, karena madunya adalah hajar, sehingga punya anak, kemudian, sarah menjadi target kecuekan, karena sudah bisa menurunkan anak.

Al-kitab juga menyebutkan bahwa kosnpirasi banyak dilakukan oleh perempuan. Suatu contoh, salah satu anak dari Ya’kub ada yang rajin tinggal dirumah. Yang tingga dirumah biasanya lebih disayang oleh bapaknya, tapi ini berbeda. Dan ada anaknya namanya Esaw putra sulung. Jadi, untuk konsiprasi, merebut gelar kesulungan yang berbadan kasar itu, maka ia memberi kulit domba yang keras, sehingga ketika ya’kub meraba anaknya semua sama, memiliki badan yang kasar. Ini dilakukan oleh istri ya’qub itu sendiri. Jadi, Laki laki boleh jadi seorang pemimpin namun, hati hati, istri adalah ahli strateginya.

Meskipun demikian, ada pasal dalam alkitab, di pasal amtsal ayat 31 alkitab dituliskan bahwa oleh sulaiman, “istri yang terampil, siapa yang akan mendapatkannya, dia lebih berharga daripada permata, esep khail. Sangat dihargai oleh suaminya, karena mengandung nilai kebaikan. Cirinya adalah senang bekerja dengan tangannya, penegelola rumah tangga, pakainnya adalah kehormatan dan kebaikan. Ulet, bijaksana, hikmah (hokma), serta membuka mulutnya dengan hikmah”.

Disebutkan juga, bahwa dia mengulurkan tangannya untuk membantu, murah hati. Banyak perempuamn yang ulet dan canggih dalam merancang masa depan, serta berbisnis, tapi ketika ada orang susah, dia juga membantu. Maka perempuan puncak yang tertinggi adalah dicintai anak anak, dan dipuji oleh suami. Itulah mengapa, al-kitab selalu berhati hati dengan kecantikan. Kecantikan bathiniah. Dikatakan disitu “Kemolekan itu adalah kecantikan yang sementara, sementara istri yang dipuji Seperti anting-anting di cungur babi dibawa kemana mana”, mirip asusila yang dilakukan oleh perempuan. Isa almasih mengatakan “aku berkata kepadamu, setiap orang yang memadang perempuan, serta menginginkannya berarti ia berzina dalam hati dan fikirannya”.

Seorang laki-laki juga tidak boleh memandang perempuan lewat enam detik, setelahnya adalah hawa nafsu. Karena dari mata turun hati, lalu bisa jadi ke hawa nafsu setelahnya. Disebutkan bahwa tubuh perempuan adalah sumber godaan, bahasa lainnya adalah “Talmud berahok”. Atau “Talmud kidusin”, menatap jari kaki sama menatap dengan hawa nafsu. Laki laki sebaiknya tidak berjalan dibelakang perempuan, apalagi jika perempuan ketat pakaiannya.

Kecantikan bathiniah, inilah yang sangat ditonjolkan oleh Fathimah. disebutkan tentang Fathimah, mirip dalam Alikat yang menyatakan dalam bahasa yunani, artinya “perhiasanmu janganlah seperti lahiriah, yaitu mengepal ngepal rambut, memakai perhiasan emas, atau dengan mengenakan pakain yang indah indah, tetapi perhiasanmu adalah manusia bathiniyah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa, yang lemah lembut, dan sangat berharga dimata Alah ”. kecenderungan perempua adalah berhias, makanya diluar bisnis yang tidak pernah berkurang omzetnya adalah kosmetik.

Perepmpuan karakter luhur ini, Al-kitab tidak terlalu banyak berbicara tentang itu. Karena monopoli pembaahsan kaum laki laki. Seperti kisah sarah, serang perempuan yang sangat cantik, begitu dia masuk ke mesir, langsung punggawa bos bos besar mesir langsung tersihir untuk memilkinya. Dan ini menurut catatan Al-kitab bahwa sarah ini adalah istri yang sangat taat kepada suaminya. Saking menghormatinya, dia taat, apapun perintah suaminya.

Dengan demikian, Ibrahim melihat bos besar mesir dalam keadaan melihat sarah dengan rasa senang. Lalu ibrahim bilang, “Nanti kalau ditanya, bilang saja, kamu adalah saudaraku, bukan istri. Ok, supaya aman”. Dan sara bersedia menurut. Walaupun ketahuan juga kalau itu istrinya nantinya. Begitu juga pada saat api jatuh dari langit dari arah sodon dan gomora, versi aliktab. Dia menyamabut tamu ini, istri ramah dan menyediakan makanan apa yang ada, menyambut tamu dengan gembira.

Catatan lainnya dikatakan “Sebab demikianlah caranya perempuan, perempuan qudus dahulu berdandan yaitu perempuan-perempuan yang menaruh perhatiannya kepada tuhan mereka tunduk kepada suaminya sama seperti sarah, taat kepada abaraham dan menamai dia tuannya, dan kamu adalah anak anaknya jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman” begitu juga dengan tokoh namanya Ruth, tadinya adalah seorang Moap. Dalam al-kitab disbeut Goyim, goyim adalah tidak menyembah satu-satunya tuhan.

Dia dalah seorang janda, ketika diminta berpisah dari mertua dia tidak mau, dia katakan dengan bahasa yang bagus “jangan paksa saya meninggalkan engkau, pergi dengan tidak mengikuti engkau, sebab kemana engkau pergi, kesitu jugalah aku pergi, dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam, bangsamulah bangsaku dan tuhanmulah tuhanku” ini adalah percakapan antara mertua dengan menantu perempuan yang sangat harmonis.

Pada saat ingin menikah, dia justru tidak menginginkan gadis gadis. Karena kalau seorang janda mau kawin lagi, dia harus diambil oleh keluarga dekat, supaya kekayaannya tidak pindah tangan. Dan lucunya, perempuan itu, akan mendapatkan nama dari orang meninggal. Dalam arti kata, yang sudah menikah, karena ditinggal mati, dan menikah lagi, maka warisannya milik yang meninggal, bukan suaminya sekarang, ini terjadi dalam peraturan Israel. Jadi, ketika menikah bukan milik yang menikahinya, melainkan milik yang sudah meninggal. Namun ruth menunggu dan siap untuk menikahinya, walaupun demikian adanya.

Begitu juga dengan Maria bunda isa al-masih. Ketika diberitahu ketika mengandung, maka dia gelisah karena aneh seorang gadis mengandung, saat diberitahu malaikan Gabriel (jibril) Maria bingung dan sama sekali tidak senang. Berbisik dalam hati “mengapa saya mengandung ?” namun, Maria memang perempuan yang taat. Lantas dia tidak menggugat, mengajukan pertanyaan pertanyaan atau argumentasi, dia hanya berkata “sesungguhnya aku ini hamba tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” maria tidak sadar, ketika mengandung akan menimbulkan gugatan besar. Dan maria akan tertusuk hatinya, karena menyaksikan anaknya mengalami banyak penderitaan.

Terakhir, dari beberapa perempuan ini, kita tidak bisa melupakan fakta bahwa feminism, bukan berarti lemah tanpa perlawanan, Tanpa pembelaan. Salah satu contohnya dalah kisah dari 5 putri dari bani israil bernama Jelofeha, ayahnya meninggal dunia, lalu tidak mempunyai anak laki laki dan hampir saja putri putrinya tidak dapat bagian, waktu itu mereka, menunut keadilan kepada Musa, lalu, mereka mengatakan kami ingin warisan itu pindah ke kami, maka tuhan berfirman kepad Musa “Putri putri Jelofehat itu benar, memang kau harus memberikan tanah milik pusaka milik ayahnya, ditengah tengah saudara ayahnya, engkau harus memindahkan padanya hak milik atas pusaka ayahnya,”.

Begitu juga dalam kisah heroic sosok perempuan hebat putri Nabi, Fathimah juga menuntut hak warisnya, dari abu bakar saat itu. Dan haknya diingkari maka dia menununtut, nama kotanya adalah tanah fadak. Memang ahli waris dari ayanya Muhammad. Seorang Fathimah yang begitu cantik dan angggung, lemah lembut, ternyata juga perempuan yang memiliki daya juang yang gigih menyeru kepada hak kebenaran. Persis didalam kitab perjanjian lama. Inilah gambaran perempuan yang berwatak luhur, satu contoh dari seorang murid Paulus namanya “Timotius” nenek dan ibunya adalah orang yang membuatnya belajar tentang imannya.

Maka Paulus berkata kepada timoti “sebab aku tidak ingat akan imanmu yang tulus dan ikhlas yaitu iman yang pertama hidup didalam nenek mu Louis dan dalam ibumu yunike, dan aku yakin hidup juga didalam dirimu” artinya perempuan ini hakikatnya mensruskan ajaran ajaran agamny dari keluaranya. Dan fathimah juga melaukan hal serupa, menjaga ajaran ayahnya agar tidak menyimpang. Dan mereka dalah permepuan yang mempelajari agaanya dengan tekun untuk menjaga risalah yang diembang oleh keluarganya.

Kalau kita belajar perempuan dari al-kitab, kita mendapat kesan meskipun budayanya sangat maskulin, perempuan itu juga memilki prean yang sama dan sangat penting. Banyak dirumah, juga banyak kesemptan diluar rumah. Dan salah satu kesempatan yang luar biasa adalah bahwa perempuan punya kesemptan berbincang dan meneruskan nilai luhur itu kepada keturunannya, seperti dalam kitab amtsal, pasal 3 “Hai anakku dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan sia siakan ajaran ibumu, sebab karangan Bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu” dalam dunia Israel kuno, ayah adalah imam, dikeuarga dia bertanggungjawab untuk mendidik anaknya, dalam iman kepada tuhan yang maha esa. Tapi dalam praktiknya, yang paling banyak waktu adalah perempuan. Dan itulah peran yang sangt penting bagi perempuan.

Jakarta, 21 Maret 2019

JEJAK FATHIMAH DALAM TRADISI LITERASI

(Husein Ja’far Al-Haddar)

By: Farham Rahmat

Santri Khatamun Nabiyyin

Hadits Nabi Tentang Fathimah:

أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ، فَقَالُوا: مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالُوا: وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ، حِبُّ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللهِ؟» ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ، فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ، وَايْمُ اللهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا»

“Sesungguhnya orang-orang Quraisy mengkhawatirkan keadaan (nasib) wanita dari bani Makhzumiyyah yang (kedapatan) mencuri. Mereka berkata, ‘Siapa yang bisa melobi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?’ Mereka pun menjawab, ‘Tidak ada yang berani kecuali Usamah bin Zaid yang dicintai oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Maka Usamah pun berkata (melobi) rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk meringankan atau membebaskan si wanita tersebut dari hukuman potong tangan). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda, ‘Apakah Engkau memberi syafa’at (pertolongan) berkaitan dengan hukum Allah?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdiri dan berkhutbah,

‘Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) di antara mereka yang mencuri, maka mereka biarkan (tidak dihukum), namun jika yang mencuri adalah orang yang lemah (rakyat biasa), maka mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya’

(HR. Bukhari no. 6788 dan Muslim no. 1688

Tidak ada sosok perempuan yang lebih penting ketimbang Fathimah. Fathimah dalam hadis populer itu, mendapat ancaman langsung dari ayahandanya sendiri. Bahwa jika tidak menaati hukum, jangankan orang lain, yang akan menghukummu , saya ayahmu sendiri yang akan menghukummu. Sepintas lalu hadis ini menjelaskan integritas dan kepastian sebuah hukum. Fathimah, tidak menyombngkan diri meskipun dididik oleh ayahnya dalam sekolah Kenabian. Fathimah tidak membanggakan diri karena lahir dari Rahim kenabian, lantas menabrak semua sistem hukum dan melanggar asas manfaat dalam masyarakat.

hari ini, fenoemena perpolitikan semakin grasak grusuk, berjubah kewibawaan dengan dalih dia adalah anak dari ulama besar, atau lahir dari Rahim pejabat, lantas leluasa melanggar konstitusi. Belum lagi, lembaga negara, departement, kementrian, sekolah dan kantor dinas lainnya, hampir menerapkan sistem yang sering kita sebut “Orang dalam”. Dari orang dalam ini bermula, transaksi jabatan, jual beli kursi, bahkan sampai pemenangan partai pun, lembaga yang harusnya independen juga ikut berlumpur. Integritas hukum sudah dipermainkan.

Dengan bercermin kepada keluarga Nabi, nilai menjadi toak ukur dari keadilan, Nabi Muhammad sendiri menghukum anaknya. Padahal kita tahu, posisi yang paling tinggi adalah Kenabian, tidak bisa dibandingkan dengan posisi pejabat kementrian, pejebat istana negara atau pemimpin partai politik. Nabi yang dijamin masuk syurga langsung dari Allah, serta pemegang kendali hukum syariat, boleh saja konkalikong dengan Allah, atau bahasa sederhananya berdo’a kepada Allah untuk mengampunkan dosa anaknya Fathimah. Dan pasti terkabulkan, belum pernah ada riwayat menjelaskan, bahwa do’a Nabi Muhammad ditolak.

Menyadari posisinya sebagai Nabi, yang sudah terjamin dosanya diampuni, namun beliau tetap berpesan kepada anaknya sendiri untuk berbuat baik dan tidak melanggar hukum Allah dan hukum masyarakat. Fathimah juga anak yang taat, serta tidak membanggakan diri karena anak Nabi, justru posisi beliau sebagai keluarga nabi, membuat situasi sangat sederhana dan tidak menyantap makanan diatas rata rata makanan penduduk miskin saat itu. Dalam pekerjaan, dan ibadah pun, Fathimah selalu prioritas berdo’a untuk keselamatan tetangga dan umat abahnya, diatas keluarganya sendiri. Sehingga anaknya al-hasan bertanya “ibunda, mengapa engkau selalu mendoakan orang lain ? sementara kami keluargamu tidak pernah ?” Fathimah menjawab “hak tetangga dulu baru keluarga”.

Fathimah dalam budaya literasi, akan mampu memperbaiki sistem tatanan bermasyarakat kita. Sebab, Permasalahan yang ada, karena sosok beliau belum terungkap secara terang dan jelas. Melalui literasi kita gaungkan sosok fathimah, dan memperkenalkan sebagai satu satunya sosok perempuan yang layak diidolakan generasi zaman now. Sementara, Literasi yang kita geluti di indonesia hanya mencapai 0,01 %. Padahal tradisi literasi bukan hanya pada tulisan dan buku, melainkan juga bisa pada konten media sosial. Semua itu adalah lterasi secara umum, sembari mengikuti zamannya. Sesuai zaman yang berkembang, Literasi harus selalu menembus batas bukan hanya terpaku pada membaca buku dan menulis tulisan.

Literasi selalu digaungkan dalam arti media sosial dan alat eletronik gadget. Bisa kita bayangkan, ada link google disebut portal garuda, isinya adalah banyak karya ilmiah dan journal. Jika, kita masukkan “Fathimah” seabgai kata kunci, ternyata sudah ada 30 an, namun sayang, bukan berbicara pada sosok Fathimah, tetapi malah berbicara rumah sakit siti Fathimah, dan Fathimah vesi umat kristiani. Hanya ada sekitar dua skripsi dari aspek pendidikan dan novel yang membahas sayyidah Fathimah. Begitupun dengan universitas dan sekolah tinggi Islam lainnya, sangat jarang kita jumpai penelitian tentang Fathimah binti Muhammad.

Hanya ada beberapa buku yang menulis tentang kehidupan fathimah, seperti Ali syariati (Fathimah Is Fathimah), Muhammad Baqir shadr (Revolusi tanah fathimah az-zahra), Ibrahim amini (Fathimah Az-Zahra, wanita teladan sepanjang masa), Perempuan asal turki, Sibel Eraslan (Fathimah Az-Zahra, kerinduan dari karbala), Muhammad amin (Fathimah Az-Zahra, the mother family of heaven), ibnu sahid an-Sundy (Fathimah Az-Zahra sebuah rahasia cinta). Hanya beberapa yang menulis tentang sosok Fathimah.

Untuk membangun literasi, cara pertama adalah mengenal sosok Fathimah dengan baik. Kemudian diperkenalkan dengan literasi yang enak dan asyik. Ibnu arabi menyatakan bahwa penghubung kepada Allah, adalah kita harus mengenal siapa yang kita ziarahi. Dalam tradisi ziarah, selalu ada manaqib pembacaan historis biografi pada saat ziarah. Dan itu juga termasuk dunia literasi. Makam para waliyullah, sahabat dan keluarga Nabi juga harus dilengkapi dengan buku-buku, supaya kita mengenal baik siapa yang terbaring dibawah gundukan tanah itu.

Mengenal dari literasi diatas makam. Tapi masalahnya adalah sosok fathimah tidak diketahui makamnya. Sehingga harus menempuh budaya literasi lain untuk mengenalnya. Putri teragung Nabi Muhammad, sangat sedikit yang menulis biografinya, karena, semua kita tidak sadar diri, bahwa anak putri Muhammad yang layak menjadi teladan. Kita hanya melihat kenabian saja, seteleh itu selesai. Tanpa terlitas sedikitpun, setelah nabi ada keluarganya pun ada Fathimah contoh terbaik generasi masa kini. Namun, kita malah tidak banyak berbicara tentang Fathimah. Ini ada apa ? sehingga kita mengenal tidak detail, disebabkan literasi tentang fahimah sangat jarang.

Peran fathimah sebagai perempuan, membangkitkan perempuan pada ranah yang hanya terikat pada unsur rumah tangga saja. Ulama perempuan kita tidak mengenalnya sampai sekarang, mengapa ? karena sosok Fathimah tidak dikenal sehingga bias dan bingung mencari sosok perempuan. Masalahnya sekarang adalah, banyak yang mengidolakan tokoh perempuan dunia, seperti Sonia Gandhi, Ruth bader Ginsburg, oprah winfrey, Hillary Clinton, Indra nooyi, Christiane amanpour, Christina Fernandez de kirchner, michelle bachelet, Cleopatra, Malala yousafzai dan beberapa lainnya. Lebih mengerikan lagi idola kepada artis korea, seperti Song Hye Kyo, Kim So-Hyun, Bae suzy, Park shin-ye, kim tae-he, dan sebagainya. Tapi ironis, justru kita tidak mengenal sosok perempuan seperti Fathimah.

Jika dikenal, Fathimah lebih banyak dikenal dengan perjalanan cinta dengan Ali, beliau tidak dikenal dengan literasi keilmuan yang tinggi. Memperkenalkan fathimah dalam bentuk Fathimah is ideology. Melalui ideology dan ideology akan menyelematkan kita melalui jalur literasi. Sebagai contoh terakhir ideology Fathimah. Beliau sering mengaku puasa, pada saat Ali datang tidak membawa makanan. Dan memberikan santapan buka puasanya kepada pengemis yang datang.

Keilmiahan ideologi, harus menjadi dasar untuk memperkenalkan Fathimah. Agar menyampaikan harus enak dan terpercaya, sember dan sanadnya yang Tsiqoh. Tradisi literasi dalam islam diberikan syarat yang sangat ketat, salah satu contoh adalah yang kencing sembarang tidak boleh menjadi perawi. Ada kemungkinan berbohong karena memiliki akhlak yang tidak baik. Dan sebagainya. Semoga budaya literasi kita makin menguat demi memperkenalkan sosok perempuan agung sepanjang masa putri Nabi Muhammad Fathimah Az-Zahra.

Jakarta, 20 maret 2019