
(Pendeta Anwar Tjen, Ph.D.)
By: Farham Rahmat
Santri Khatamun Nabiyyin
Kali ini, mari bicara kecantikan dan keluhuran perempuan dalam alkitab. Fathimah adalah sosok yang tepat untuk menggambarkan itu. Pertama, dalam budaya semic, Ibrani, arab dan sebagainya, laki laki lah yang menentukan. Musa memimpin mengerjakan tugas lainnya, selalu disebut sebagai patriarci diatas perempuan. Sudut pandang dalam kitab taurat, kita mengenal sebutan untuk perempuan adalah “Tora”, artinya bersamaan disebut dengan benda lain, seperti dalam kalimat “jangan engkau menginginkan rumah sesamamu, budaknya, keledainya dan istrinya. Jadi permpuan disejajarkan dengan property laki laki.
Ada pendeta hebat yang tinggal di yarussalem, juga mengakui bahwa semua teks dalam alkitab menunjukkan bahwa bangsa israil sangat menginginkan anak laki laki. Karena itulah keturnan laki-laki yang mengabadikan pihak keluarga. Dalam perspektif ibrani, perempuan tidak bisa menceraikan suami. Suami yang harus menceraikan istri, karena istri dimiliki oleh suami. Makanya seorang istri menyebut diri suaminya sebagai Tuan, dalam istilah ibrani disebut Adon, atau adoni. Yaitu tuanku. Dan karena dia menyapa tuannya, persis menyapa budak ke tuannya.
De calop adalah muatan kitab taurat berisi sepuluh firman, disebutkan bahwa perempuan adalah milik laki laki. Istri tidak dapat mewarisi apa yang dimiliki oleh suaminya. Begitupun dengan anak, tidak bisa mewarisi ayahnya, kecuali jika tidak ada ahli waris laki laki. Bahkan Jika ada sumpah diucapkan oleh perempuan maka itu dinyatakan tidak sah, kecuali jika suaminya menyatakannya sah. Perempuan gampang bersumpah, tapi sah tidaknya itu ditentukan oleh sang suami. Lebih anehnya, ayah berhak menjual putrinya. Dan perempuan tidak bisa mengganti peran suami atau ayahnya sama sekali.
Dalam Al-kitab ada beberapa karikatur mengenai perempuan. Diketahui bahwa perempuan sangat mudah tergoda. Tapi perempuan juga pintar menggoda. Contoh, yang melakukan dosa pertama kali adalah hawa, bukan adam, pada saat makan buah khuldi. Dalam Al-kitab juga disebutkan tokoh samsong. Seorang laki-laki yang begitu gagah, layaknya superman zaman dulu. Meskipun demikian, banyak perempuan yang memberikan pengaruh buruk kepada samsong, dan realita menyatakan dia juga tunduk di depan perempuan yang bernama Delila.
Dalam kitab satu raja raja pasal 1, ada raja yang bernama Ahab, mempunyai istri namanya Isabell. Suatu hari, terjadi konspirasi busuk di kerajaan, berkonspirasi untuk merebut tanah pusaka. Tanah pusaka adalah milik negara untuk rakyat. Namun direbut oleh raja untuk kepentingan pribadinya atas dorongan dari istrinya, jadi istrinya menjadi ahli strategi dibelakang panggung ketika raja mentok akal atau tidak berani bertindak untuk berkonspirasi.
Sulaiman salomo, begitu hebat arif dan hikmat, juga adalah raja seribu istri, dan istrinya ternyata semua perempuan asing, serta kebanyakan penyembah berhala, menurut Al-kitab, raja salomo tidak mampu membendung arus pengaruh perempuan, sehingga sulaiman jatuh dalam lembah menyembah berhala juga. Sarah dalam pasal 21, cemburu kepada brahim, karena madunya adalah hajar, sehingga punya anak, kemudian, sarah menjadi target kecuekan, karena sudah bisa menurunkan anak.
Al-kitab juga menyebutkan bahwa kosnpirasi banyak dilakukan oleh perempuan. Suatu contoh, salah satu anak dari Ya’kub ada yang rajin tinggal dirumah. Yang tingga dirumah biasanya lebih disayang oleh bapaknya, tapi ini berbeda. Dan ada anaknya namanya Esaw putra sulung. Jadi, untuk konsiprasi, merebut gelar kesulungan yang berbadan kasar itu, maka ia memberi kulit domba yang keras, sehingga ketika ya’kub meraba anaknya semua sama, memiliki badan yang kasar. Ini dilakukan oleh istri ya’qub itu sendiri. Jadi, Laki laki boleh jadi seorang pemimpin namun, hati hati, istri adalah ahli strateginya.
Meskipun demikian, ada pasal dalam alkitab, di pasal amtsal ayat 31 alkitab dituliskan bahwa oleh sulaiman, “istri yang terampil, siapa yang akan mendapatkannya, dia lebih berharga daripada permata, esep khail. Sangat dihargai oleh suaminya, karena mengandung nilai kebaikan. Cirinya adalah senang bekerja dengan tangannya, penegelola rumah tangga, pakainnya adalah kehormatan dan kebaikan. Ulet, bijaksana, hikmah (hokma), serta membuka mulutnya dengan hikmah”.
Disebutkan juga, bahwa dia mengulurkan tangannya untuk membantu, murah hati. Banyak perempuamn yang ulet dan canggih dalam merancang masa depan, serta berbisnis, tapi ketika ada orang susah, dia juga membantu. Maka perempuan puncak yang tertinggi adalah dicintai anak anak, dan dipuji oleh suami. Itulah mengapa, al-kitab selalu berhati hati dengan kecantikan. Kecantikan bathiniah. Dikatakan disitu “Kemolekan itu adalah kecantikan yang sementara, sementara istri yang dipuji Seperti anting-anting di cungur babi dibawa kemana mana”, mirip asusila yang dilakukan oleh perempuan. Isa almasih mengatakan “aku berkata kepadamu, setiap orang yang memadang perempuan, serta menginginkannya berarti ia berzina dalam hati dan fikirannya”.
Seorang laki-laki juga tidak boleh memandang perempuan lewat enam detik, setelahnya adalah hawa nafsu. Karena dari mata turun hati, lalu bisa jadi ke hawa nafsu setelahnya. Disebutkan bahwa tubuh perempuan adalah sumber godaan, bahasa lainnya adalah “Talmud berahok”. Atau “Talmud kidusin”, menatap jari kaki sama menatap dengan hawa nafsu. Laki laki sebaiknya tidak berjalan dibelakang perempuan, apalagi jika perempuan ketat pakaiannya.
Kecantikan bathiniah, inilah yang sangat ditonjolkan oleh Fathimah. disebutkan tentang Fathimah, mirip dalam Alikat yang menyatakan dalam bahasa yunani, artinya “perhiasanmu janganlah seperti lahiriah, yaitu mengepal ngepal rambut, memakai perhiasan emas, atau dengan mengenakan pakain yang indah indah, tetapi perhiasanmu adalah manusia bathiniyah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa, yang lemah lembut, dan sangat berharga dimata Alah ”. kecenderungan perempua adalah berhias, makanya diluar bisnis yang tidak pernah berkurang omzetnya adalah kosmetik.
Perepmpuan karakter luhur ini, Al-kitab tidak terlalu banyak berbicara tentang itu. Karena monopoli pembaahsan kaum laki laki. Seperti kisah sarah, serang perempuan yang sangat cantik, begitu dia masuk ke mesir, langsung punggawa bos bos besar mesir langsung tersihir untuk memilkinya. Dan ini menurut catatan Al-kitab bahwa sarah ini adalah istri yang sangat taat kepada suaminya. Saking menghormatinya, dia taat, apapun perintah suaminya.
Dengan demikian, Ibrahim melihat bos besar mesir dalam keadaan melihat sarah dengan rasa senang. Lalu ibrahim bilang, “Nanti kalau ditanya, bilang saja, kamu adalah saudaraku, bukan istri. Ok, supaya aman”. Dan sara bersedia menurut. Walaupun ketahuan juga kalau itu istrinya nantinya. Begitu juga pada saat api jatuh dari langit dari arah sodon dan gomora, versi aliktab. Dia menyamabut tamu ini, istri ramah dan menyediakan makanan apa yang ada, menyambut tamu dengan gembira.
Catatan lainnya dikatakan “Sebab demikianlah caranya perempuan, perempuan qudus dahulu berdandan yaitu perempuan-perempuan yang menaruh perhatiannya kepada tuhan mereka tunduk kepada suaminya sama seperti sarah, taat kepada abaraham dan menamai dia tuannya, dan kamu adalah anak anaknya jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman” begitu juga dengan tokoh namanya Ruth, tadinya adalah seorang Moap. Dalam al-kitab disbeut Goyim, goyim adalah tidak menyembah satu-satunya tuhan.
Dia dalah seorang janda, ketika diminta berpisah dari mertua dia tidak mau, dia katakan dengan bahasa yang bagus “jangan paksa saya meninggalkan engkau, pergi dengan tidak mengikuti engkau, sebab kemana engkau pergi, kesitu jugalah aku pergi, dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam, bangsamulah bangsaku dan tuhanmulah tuhanku” ini adalah percakapan antara mertua dengan menantu perempuan yang sangat harmonis.
Pada saat ingin menikah, dia justru tidak menginginkan gadis gadis. Karena kalau seorang janda mau kawin lagi, dia harus diambil oleh keluarga dekat, supaya kekayaannya tidak pindah tangan. Dan lucunya, perempuan itu, akan mendapatkan nama dari orang meninggal. Dalam arti kata, yang sudah menikah, karena ditinggal mati, dan menikah lagi, maka warisannya milik yang meninggal, bukan suaminya sekarang, ini terjadi dalam peraturan Israel. Jadi, ketika menikah bukan milik yang menikahinya, melainkan milik yang sudah meninggal. Namun ruth menunggu dan siap untuk menikahinya, walaupun demikian adanya.
Begitu juga dengan Maria bunda isa al-masih. Ketika diberitahu ketika mengandung, maka dia gelisah karena aneh seorang gadis mengandung, saat diberitahu malaikan Gabriel (jibril) Maria bingung dan sama sekali tidak senang. Berbisik dalam hati “mengapa saya mengandung ?” namun, Maria memang perempuan yang taat. Lantas dia tidak menggugat, mengajukan pertanyaan pertanyaan atau argumentasi, dia hanya berkata “sesungguhnya aku ini hamba tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” maria tidak sadar, ketika mengandung akan menimbulkan gugatan besar. Dan maria akan tertusuk hatinya, karena menyaksikan anaknya mengalami banyak penderitaan.
Terakhir, dari beberapa perempuan ini, kita tidak bisa melupakan fakta bahwa feminism, bukan berarti lemah tanpa perlawanan, Tanpa pembelaan. Salah satu contohnya dalah kisah dari 5 putri dari bani israil bernama Jelofeha, ayahnya meninggal dunia, lalu tidak mempunyai anak laki laki dan hampir saja putri putrinya tidak dapat bagian, waktu itu mereka, menunut keadilan kepada Musa, lalu, mereka mengatakan kami ingin warisan itu pindah ke kami, maka tuhan berfirman kepad Musa “Putri putri Jelofehat itu benar, memang kau harus memberikan tanah milik pusaka milik ayahnya, ditengah tengah saudara ayahnya, engkau harus memindahkan padanya hak milik atas pusaka ayahnya,”.
Begitu juga dalam kisah heroic sosok perempuan hebat putri Nabi, Fathimah juga menuntut hak warisnya, dari abu bakar saat itu. Dan haknya diingkari maka dia menununtut, nama kotanya adalah tanah fadak. Memang ahli waris dari ayanya Muhammad. Seorang Fathimah yang begitu cantik dan angggung, lemah lembut, ternyata juga perempuan yang memiliki daya juang yang gigih menyeru kepada hak kebenaran. Persis didalam kitab perjanjian lama. Inilah gambaran perempuan yang berwatak luhur, satu contoh dari seorang murid Paulus namanya “Timotius” nenek dan ibunya adalah orang yang membuatnya belajar tentang imannya.
Maka Paulus berkata kepada timoti “sebab aku tidak ingat akan imanmu yang tulus dan ikhlas yaitu iman yang pertama hidup didalam nenek mu Louis dan dalam ibumu yunike, dan aku yakin hidup juga didalam dirimu” artinya perempuan ini hakikatnya mensruskan ajaran ajaran agamny dari keluaranya. Dan fathimah juga melaukan hal serupa, menjaga ajaran ayahnya agar tidak menyimpang. Dan mereka dalah permepuan yang mempelajari agaanya dengan tekun untuk menjaga risalah yang diembang oleh keluarganya.
Kalau kita belajar perempuan dari al-kitab, kita mendapat kesan meskipun budayanya sangat maskulin, perempuan itu juga memilki prean yang sama dan sangat penting. Banyak dirumah, juga banyak kesemptan diluar rumah. Dan salah satu kesempatan yang luar biasa adalah bahwa perempuan punya kesemptan berbincang dan meneruskan nilai luhur itu kepada keturunannya, seperti dalam kitab amtsal, pasal 3 “Hai anakku dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan sia siakan ajaran ibumu, sebab karangan Bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu” dalam dunia Israel kuno, ayah adalah imam, dikeuarga dia bertanggungjawab untuk mendidik anaknya, dalam iman kepada tuhan yang maha esa. Tapi dalam praktiknya, yang paling banyak waktu adalah perempuan. Dan itulah peran yang sangt penting bagi perempuan.
Jakarta, 21 Maret 2019