Rutinitas pondok pesantren Khatamun Nabiyyin setiap pertengahan bulan Sya’ban adalah mengekspresikan kebahagiaan. Dikatakan bahwa nisfu sya’ban adalah detik-detik kelahiran Imam Mahdi cucunda Nabi Muhammad. Masyarakat islam di Nusantara biasanya menyambut Nisfu Sya’ban dengan berbagai amalan, termasuk menempuh ibadah puasa sunnah.

Nisfu sya’ban tahun ini, jatuh pada tanggal 19-21 April. Selain meraup berkah dari keutamaan Nisfu sya’ban, kelahiran Imam Mahdi juga menjadi moment penting menambah karomah dan barokah. Olehnya itu, para santri selain menyambut Nisfu Sya’ban juga memperingati wiladah imam Mahdi.

Beberapa kegiatan perlombaan digelar, diantaranya lomba pidato berbahasa arab, debat berbahasa arab, kaligrafi arab dan lomba nasyid. Setiap perlombaan mempunyai tolak ukur penilaian yang berbeda, serta para guru-guru turut serta mendampingi, mengawasi dan menilai setiap penampilan peserta santri.

Lomba pertama adalah debat berbahasa arab, diselenggarakan di Auditorium Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, kamis 18 April jam 20:30 sampai selesai. Dewan juri tiga orang dari guru, ustadzah lagia taniara, ustadzah muliana bugis dan ustadz andi alpi. Lomba terlihat sangat seru dan sengit persaingan diantara para santri.

Tenggelam dalam debat, beberapa santri sempat tidak sadar mendengungkan suara yang sangat tinggi, namun tetap berbahasa arab dan memperhatikan kaidahnya. Sementara di lain tempat, juga digelar lomba kaligrafi arab pada jam yang sama, bertempat di di kelas lantai III. Ustadz haidar baqir dan ustadzah Nurkhofifah kali ini menjadi dewan juri dalam lomba ini.

Keesokan harinya, jum’at 19 April tepat pada pukul 20:00 malam, giliran para santri berlomba pidato bahasa arab. Dibagi dalam tiga kelompok dan tentunya pada tempat yang berbeda, sesuai dengan tingkatan marhalah para santri. Dewan juri ustadz Ali hadi, ustadz Ajid salim, ustadz Yusran, ustadzah Rahmadina, ustadzah Wardah dan ustadzah Lagia taniara.

Nasyid adalah Lomba terakhir, hari sabtu 20 April, dimulai tepat pukul 20:00 malam sampai selesai. Dewan juri oleh ustadz Rizal nurdin, Ustadz Haidar baqir, ustadz Azhar, ustadzah Rahmadina, ustadzah Hasna nurhaifa dan ustadzah Wardah. Lomba terakhir ini menampilkan sesuatu yang berbeda dari yang lainnya. Malam minggu santri dihiasi dengan nyanyian sholawatan dan senandung nasyid. Kemeriahan di aula akbar membuana. Suara gendang, botol, panci, tangga besi bahkan ember tertata harmoni seakan ikut bersholawat.

Rangkaian empat lomba dilalui dan berakhir pada penutupan kegiatan bulan sya’ban, dirangkaikan dengan peringatan wiladah imam Mahdi. Minggu 21 April bertempat di auditorium pondok pesantren khatamun nabiyyin, penerimaan hadiah untuk santri/santriwati yang juara, didahului hikmah bulan sya’ban dengan beberapa pesan sacral dan amalan di bulan ini. Semoga kualitas jiwa kita semakin kuat menjelang bulan Ramadhan.

Jakarta, 21 April 2019

Tinggalkan komentar