
MEMBANGUN KEPEMIMPINAN YANG PROGRESIF
Oleh: Salman Al-Farisi
Memiliki jiwa kepemimpinan adalah hal yang sudah seharusnya dimuat oleh semua orang. Karena mereka akan sangat membutuhkan instrumen ini, baik sebagai individu untuk mengatur dirinya ataupun sebagai mahluk sosial untuk mengatur keluarga ataupun organisasi yang dipimpinnya. Maka dari itu dasar kepemimpinan adalah hal yang sangat urgen yang harus dimiliki oleh semua orang tanpa terkecuali.
“Seorang pemimpin harus selesai dengan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum akhirnya melangkah kepada ranah kepemimpinan sosial, maka dari itu seorang pemimpin harus meleburkan ego individunya menjadi ego sosial sehingga dia bisa belajar mendengar dan menyimak anggotanya“, pungkas Bagian Akademik Pontren Khatamun Nabiyyin, Ust Hasan Shaleh La Ede, S.E. membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan, Sabtu, 13 April 2019 di Auditorium Pontren Khatamun Nabiyyin pada acara Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi PENSI- ISYQI.
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) merupakan sebuah wadah pencetak sosok pemimpin serta mengaktualisasikan potensi yang ada dalam jiwa seseorang. Maka dari itu, wadah ini memiliki peran yang sangat besar dalam mencetak sosok pemimpin yang didambakan, oleh tatanan sosial sebelum terjun dan menyelami ranah sosial”.
Kegiatan LDK ini diawali dengan acara pembukaan. Pada acara pembukaan ini diawali dengan pembacaan basmalah dan al-Fathihah. Kemudian setelah itu disusul pembacaan al-Qur’an oleh saudara Magtub Tukwain. Kemudian untuk menambah rasa Nasionalisme para santri dan mahasantri disusul kegiatan selanjutnya yakni menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Saudara Adiaksa Goma.
Kemudian, acara selanjutnya yakni sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama diawali oleh ketua panitia Noer Ilham Fatahillah, beliau menyampaikan bahwa “Kemajuan suatu organisasi tidak hanya dilihat dari ketuanya namun dilihat juga dari anggotanya. Jika masing-masing anggotanya memiliki jiwa kepemimpinan maka roda organisasi tersebut akan berjalan dengan baik. Maka dari itu di sinilah pentingnya sebuah LDK”
Sambutan kedua oleh direktur Khatam Institute yang diwakili oleh Ust. Firman, S.Pd. Dalam penyampaiannya “Pemuda adalah penentu generasi bangsa, maka dari itu selayaknya penerus generasi bangsa maka harus memiliki jiwa kepemimpinan”. Dilanjutkan sambutan dari bagian Tarbawi oleh Ust. Ajid Salim, S.Pd. beliau menegaskan “Pentingnya leadership dalam mengatur sebuah organisasi, karena penentu pergerakan suatu organisasi adalah leader dari organisasi tersebut”.
Jakarta, 14 April 2019
