By: Farham Rahmat

Santri Khatamun Nabiyyin

Mentari hari jum’at mulai menyingsing, tepat pukul 06 pagi santriwati Khatamun Nabiyyin bergegas menuju dapur. Kali ini kediaman Pimpinan pondok, Ustadz Akbar Saleh menjadi target tempat.

Ustadzah Muliana dengan tangan lihai, meracik bumbu masakan yang sedikit unik dari yang lainnya. Sementara yang lain membantu memotong-motong sayuran dan bahan makanan seperti tahu dan ayam.

Juga ada yang memasak Nasi dan Lauk. Rahmadina, Hasna Nurhaifa, Atikah, Andi Nurwahidah, Nurkhofifah, Silvina, Misna, Meli dan neneng, semuanya bergerak. Bahkan Pimpinan Pondok, Bunda Ustadzah Umah juga ikut menggoreng tahu.

Setelah masakan matang, Tim dapur fatimah Santriwati berbondong-bondong membungkus makanan dalam wadah steropon. Satu per satu disatukan dengan jenis makanan yang berbeda. Ada Nasi, sayuran, tahu dan ayam, serta dilengkapi dengan satu gelas air mineral.

Semuanya satu dan dibungkus plastik bening. Setiap satu bungkusannya ditata rapi didalam plastik yang lebih besar berwarna merah, kira kira bermuatan 10 Bungkus makanan. Sudah siap. Setelahnya adalah tugas para santri untuk membagikan.

Jum’at 29 maret 2019 pasukan dapur fathimah dari santri pondok pesantren khatamun nabiyyin, kembali turun jalan. Dibawah terik matahari sebelum sholat jum’at digelar, kami antusias membagikan makanan minuman kepada masyarakat kurang mampu.

Sekitar wilayah cililitan, menelusur lorong kecil hanya untuk berbagi kasih sayang kepada mereka yang kurang diuntungkan oleh gilasan ibu kota. Mereka ada yang berprofesi sebagai pemulung, pengemis jalanan, orang tua yang mengais makanan dari sisa-sisa orang, bahkan juga anak kecil yang terlantar dijalan, sebab orang tua yang sudah tiada.

Sebagai kepedulian, dan keprihatinan sosial, sedikit meringankan beban mereka, Salah satu program pondok pesantren khatamun nabiyyin mencetuskan dapur fathimah. Sudah menjadi rutinitas setiap hari jum’at, dan sudah bergerak empat kali jum’at yang lalu. Santriwati memasak dan santriwan bertugas untuk membagikan.

Enam sepeda motor berangkat, masing masing satu motor bermuatan dua santri, sehingga bisa dijumlah dua belas 12 santri yang terjung lapangan. Mereka bernama Farham, Arlink, Firman, Ahmad, Hasan, Raka syarif, Andi rizal, Aswar, Malik, Faishal, Subuhan, Yusran. Setiap sepeda motor dibekali makanan tiga 3 kresek. Masing-masing satu kresek berisi sepuluh makanan beserta airnya. Bisa dikatakan bahwa setiap hari jum’at kami membagikan diatas rata-rata seratus delapan puluh 180 makanan.

Pelataran lingkungan kuburan kelurahan Balekambang, pohon-pohon besar di sepanjang jalan raya Condet dan kolom jembatan Arah Kalibata. Tim dapur fathimah sering mendapati saudara saudara kita ini, di beberapa tempat itu. Dari mereka, kami mendapati kebahagiaan.

Tawa dan senyum kasih sayang tersungging-sungging di bibir mereka. Bahkan kadang kadang ada yang memeluk, berjabat tangan dan hormat. Namun Apapun itu, kami percaya bahwa itu adalah ekspresi keharuan kebahagiaan mereka. Tentunya kami juga ikut berbahagia dengan kebahagiaan mereka.

Jakarta, 29 Maret 2019

Tinggalkan komentar