
Oleh Usman Suil
Keseruan Asean Games tahun ini paling menyejukkan ketika salah satu peraih medali emas dari Indonesia atas nama Hanifan Yudani Kusumah dalam laga final pencak silat. Beliau setelah berlari-lari kecil merayakan kemenangannya lalu menghampiri kedua Capres yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang pada saat itu ikut menyaksikan langsung pertandingan tersebut.
Menurut saya momentum ini sangat mengharukan bagi kita semua warga negara Indonesia. Kenapa tidak?? Karena peraih medali emas ini memeluk keduanya (Jokowi dan Prabowo) yang disaksikan banyak penonton pada saat itu, baik secara langsung ataupun lewat televisi.
Walaupun ada yang berpendapat bahwa Hanifah menggunakan kesempatan itu untuk menyatukan antara keduanya tapi bagi saya bahwa gerakan pelukan itu sifatnya refleks karena kesenangan yang paling dalam bagi si atlet ini.
Dalam gerakan refleks tersebut memberikan tanda bahwa semuanya itu tidak terlepas dari tangan Tuhan untuk memperlihatkan kepada kita semua bahwa warga Indonesia berhak bersatu dan saling mendukung satu sama lain tanpa ada politik kotor.
Hanifan adalah salah satu tangan Tuhan yang diturunkan untuk memperlihatkan bahwa Indonesia akan berkembang, jaya dan merdeka seutuhnya kalau kita mampu meramu perpolitikan dengan baik dan terorganisir.
Hanifan juga salah satu kecamata Tuhan yang disengaja diperlihatkan bahwa kita para pendukung dari masing-masing calon presiden harus menghargai perbedaan tidak memakai cara hasud dan mengumbar- mengumbar kesalahan masing-masing calon.
Mudah-mudahan mata hati kita terbuka dengan adanya momentum ini.